Minggu, 30 Oktober 2011

MANUSIA DAN CINTA KASIH


A.   PENGERTIAN CINTA KASIH

Cinta adalah sesuatu yang abstrak namun dapat dirasakan, sementara kasih adalah suatu perasaan sayang atau cinta. Cinta dan kasih memiliki pengertian yang hampir sama, namun sebenarnya cinta itu lebih mengandung sebuah perasaan, sementara kasih adalah sesuatu yang dapat diwujudkan dalam kenyataan yang muncul dari sebuah cinta.
Cinta kasih adalah suatu anugrah dari Tuhan berupa perasaan yang tulus tanpa adanya desakan atau paksaan. cinta kasih dimiliki semua orang, dan cinta kasih ini sangat luas, ada cinta kasih terhadap allah, cinta kasih terhadap rasulullah, cinta kasih terhadap orang tua, cinta kasih terhadap sesama, cinta kasih terhadap pasangan, dan lain sebagainya.
Dalam bukunya, Erich fromm, meyebutkan bahwa cinta itu memberi bukan menerima, memberi disini hal yang bersifat manusiawi, bukan materi. Menurut beliau cinta selalu menyatakan unsur-unsur yaitu :
1.      pengasuhan, contohnya: cinta kasih orang tua terhadap anaknya, dengan rasa cinta kasihnya mereka mengasuh anak dengan perasaan yang tulus.

2.      tanggung jawab, perbuatan manusia yang sukarela, contohnya: hubungan ibu dengan anak bayinya menunjukanpenyelenggaraan atas hubungan fisik.


3.      perhatian, tindakan yang mampu mengembangkan pribadi lain untuk membuka dirinya.

4.      Pengenalan, keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.    

Namun menurut Dr. Sarlito W. Sarwono cinta memiliki 3 unsur yaitu :
1.      Keterikatan, perasaan untuk bersama dengan seseorang.
2.      Keintiman, kebiasaan-kebiasaan yang menunjukan antara anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi.
3.      Kemesraan, adanya rasa kangen apabila jauh.

B.   TINGKATAN CINTA KASIH

Cinta memiliki tingkatan yakni :
1.     Cinta terhadap Allah :
Bentuk religius cinta adalah cinta terhadap Allah. Cinta tehadap Allah mempunyai sifat dan aspek yang berbeda sama banyaknya dengan cinta terhadap manusia dan dalam arti yang luas kita menentukan perbedaan-perbedaan yang sama.
Di dalam agama, Allah adalah mempunyai nilai yang tertinggi, kebaikannya begitu didambakan oleh setiap umatnya. Oleh sebab itu Allah bergantung pada apa kebaikan yang paling dirindukan oleh semua pribadi. Dari alasan tersebutmuncul pengertian konsep Allah harus dimulai dengan analisis struktur pribadi yang menyembah Allah.

2.      Cinta terhadap orang tua :
Cinta kasih orang tua begitu tulus kepada anaknya, mereka dengan tulus, mendidik, dan membesarkan anaknya dengan rasa tanggung jawab yang begitu besar, mereka menganggap anak adalah anugrah terbesar yang mereka miliki dari Allah sehingga mereka pun senang dan ikhlas untuk mengasuh dan membesarkan anaknya.          
Cinta kasih orang tua terhadap anaknya tidaklah ada duanya, karena orang tua selalu memberikan cinta kassihnya kepada anaknya, tak ada sedikitpun rasa untuk menyakiti seorang anaknya. Orang tua pun tak pernah mengharapkan sedikitpun balasan dari apa yang telah mereka lakukan. Oleh itu sebabnya orang tua merupakan tokoh terbaik dalam kehidupan.

3.      Cinta kasih terhadap diri sendiri :
Menurut Meister, “jika engkau mencintai dirimu, maka engkau mencintai setiap orang lain, daripada engkau mencintai dirimu sendiri, engaku tak akan benar-benar berhasil mencintai dirimu sendiri”. Dengan demikian setiap pribadi yang mampu mencintai dirinya sendiri, maka ia adalah pribadi yang besar, berbudi yang selain ia mencintai pribadinya sendiri, ia juga mencintai semua orang lain dengan sama.

4.      Cinta kasih terhadap pasangan :

Cinta terhadap pasangan biasanya terjadi pada saat masa remaja, saat itu lah perasaan remaja benar-benar dilanda rasa yang sangat luar biasa, rasa cinta itu muncul dengan sendiri, tanpa sebuah alasan apapun, rasa cinta itu  dilandaskan oleh perasaan yang tulus, sehingga rasa cinta mampu menerima pasangan dengan apaadanya, mampu menerima segala kekurangan juga kelebihan sehingga dapat saling melengkapi.


Sumber referensi :
1.      Digital book Universitas Gunadarma.
2.      Buku ILMU BUDAYA DASAR yang disusun oleh M.HABIB MUSTOPO. Penerbit : USAHA NASIONAL, SURABAYA-INDONESIA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar