Minggu, 27 November 2011

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

A.  Pengertian Pandangan Hidup

Setiap manusia memiliki, pandangan hidup tersebut berupa kodrat, sehingga pandangan hidup mampu menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup adalah pertimbangan yang dijadikan sebuah pedoman, arahan, , pegangan, dan petunjuk hidup didunia. Pertimbangan itu muncul dari pemikirannya yang berdasarkan pengalaman.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan aslinya menjadi 3 macam, yaitu :
1.      Berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2.      Berasal dari ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3.      Berasal dari hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsur-unsur, yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan, keempat unsur ini merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
B.   CITA-CITA

Cita-cita adalah suatu keinginan, harapan, dan tujuan yang ada dalam pikiran. Dimana keinginan, harapan, maupun tujuan ini merupakan sesuatu yang diinginkan untuk menggapai masa depan.
Cita-cita memiliki 3 faktor, yaitu :
1.      Faktor manusia
2.      Faktor kondisi
3.      Faktor tingginya cita-cita

C.   KEBAJIKAN
Kebajikan adalah perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakikatnya kebajikan sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral.
Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.. Sebagai mahluk pribadi, manusia mampu menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Suara hati bisa dikatakan sebagai hakim bagi diri kita sendiri.
Suara hati selalu mengarahkan pada kebaikan, oleh sebab itu suara hati selalu mendesak orang untuk berbuat baik. Dan apabila seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut akan melakukan perbuatan baik. Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah:
1.       Faktor pembawaan,
2.       Faktor lingkungan dan
3.       Pengalaman.

D.   USAHA
Usaha /perjuangan adalah suatu kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya.
Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya,

Untuk bekerja keras manusia dibatassi oleh kemampuan. Karena keterbatasannya kemampuan itulah akan muncul perbedaan tingkat kemakmuran manusia satu dengan yang lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik atau keterampilan/keahlian.

E.   KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, terdapat 3 aliran filsafat yaitu :
1.      aliran naturalisme: hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu berasal dari nature, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada.

2.      aliran intelektualisme: dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan berpikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses.

3.      aliran gabungan: dasar aliran ini idalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbil dua kemungkinan pandangan hidup.

F.    LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Kita harus memliki langkah-langkah berpandangan hidup, karena dengan langkah-langkah tersebut kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita dengan baik dalam kehidupan. Adapun langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Mengenal
2.      Mengerti
3.      Mengkhayati
4.      Meyakini
5.      Mengabdi
6.      Mengamankan


Sumber referensi:
1.      Digital book Universitas Gunadarma
2.      http://whaysworld.wordpress.com/2011/06/10/manusia-dan-pandangan-hidup/

MANUSIA DAN KEADILAN


A.   PENGERTIAN KEADILAN
Ketika belum lahir, manusia telah menuntut hak disekitar lingkungan, karena apabila tidak, maka manusia tidak akan bisa pula untuk meneruskan perjalanan hidup selanjutnya. Hak ini sangat dibutuhkan manusia guna mengarungi kehidupan di jagat raya ini, oleh sebab itu manusia sangat mendambakan keadilan.
Manusia itu hidup dalam keadaan berjuang kata Thomas Habbes, karena tanpa berjuang manusia akan dengan mudahnya dalam mengarungi kehidupan di muka bumi. Hidup merupakan hak utama dari sejumlah hak yang dimiliki oleh semua orang. Inilah yang kita sebut sebagai hak untuk hidup.
Menurut aristoteles, keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia, kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
Keadilan secara umum adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dengan kewajiban. Maksudnya ialah kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban.

B.   KEADILAN SOSIAL

Keadilan sosial ini terdapat dalam pancasila yang berbunyi : “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Bung Hatta menguraikan sila tersebut ia mengatakan bahwa keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. 
Dalam ketetapan MPR RI No.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila dicantumkan ketetapan seperti berikut :
Dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajibannya yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. 
Kemudian untuk mewujudkan keadilan social tersebut,perlu adanya perbuatan dan sikap  yang harus dipupuk :
1.      Adanya perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2.      Sikap adil tehadap sesama, menjaga keseimbangan antara hakdengan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3.      Sikap selalu member pertolongan terhadap orang yang membutuhkan.
4.      Sikap suka bekerja keras.
5.      Sikap menghargai karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuandan kesejahteraan bersama.

C.   MACAM-MACAM KEADILAN

1.      Keadilan moral
2.      Keadilan distributive
3.      Keadilan komulatif

D.   KEJUJURAN

Kejujuran berasaldari kata jujur yang berarti mengungkap sesuatu dengan kesungguhan tidak ada kepura-puraan dan sesuai dengan hati nurani dan dengan kenyataan yang ada. Sikap jujur harus di[elajari oleh setiap orang, karena kejujuran mampu mewujudkan keadilan, sedangkan keadilan menuntut kemuliaan abadi. Jujur memberikan kebenaran dan ketentraman hati.
Pada hakekatnya kejujuran dilandasi oleh kesadan moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya hak dan kewajiban, serta adanya rasa takut dengan kesalahan atau dosa. Kesadaran moral sendiri ialah tentang kesadaran diri setiap individu terhadap hal yang buruk ataupun yang baik.

E.   KECURANGAN

Kecurangan sangat identik dengan ketidakjujuran atau dapat disamakan dengan licik. Kecurangan ialah adanya rasa untuk memenuhi keinginan dengan cara yang tidak wajar. Biasanye kecurangn dilakukan karena ingin mendapatkan keuntungan tanpa tenaga atau usaha, keuntungan yang diperoleh nya tentu secara tidak wajar, keuntungan yang dia dapat biasanya keuntungan materi, sehingga apa yang diperbuat dengan kecurangan akan menyenangkan untuk pelaku namunakan merugikan untuk orang lain.
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi tamak, serakah, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang hebat. Orang yang melakukan kecurangan biasanya tidak senang melihat orang yang lebih hebat dari dirinya.



 Sumber referensi:
1.      Buku ILMU BUDAYA DASAR yang disusun oleh M.HABIB MUSTOPO. Penerbit : USAHA NASIONAL, SURABAYA-INDONESIA
2.      Digital book Universitas Gunadarma